Penting! Yuk Kita Simak Imbauan Wanita Ini

  • Whatsapp
FOTO Igustina Dari bersama remain dari Puskesmas Aek Parombunan Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga Menyampaikan Imbauan Protokol Kesehatan. (Ist)

SNT, Sibolga – Petugas Puskesmas Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) secara terus menerus melakukan imbauan protokol kesehatan COVID-19 masyarakat. Secara khusus di lokasi keramaian.

Dengan menggunakan mobil, petugas Puskesmas berkeliling menyampaikan imbauan menggunakan alat pengeras suara. Masyarakat diharapkan agar tidak lupa memakai masker saat keluar rumah.

Bacaan Lainnya

Selain itu, mereka juga turun ke masyarakat menyampaikan penerapan 3M yaitu, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Salah seorang pegawai Puskemas Aek Parombunan, Igustina Sari bersama rekan saat turun ke lokasi pasar Inpres, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan mengatakan, bahwa sudah menjadi program mereka untuk turun keliling untuk mengimbau masyarakat. Apalagi di tempat-tempat keramaian.

“Respon masyarakat beragam, ada yang peduli dan ada juga yang kurang. Sama seperti yang bapak lihat. Bahkan ada juga yang tidak memakai masker, padahal mereka berada di tempat keramaian. Pun demikian kami tetapi mengimbau masyarakat agar selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” katanya, Jumat (13/11/2020).

Pihaknya juga membagikan masker namin tidak setiap saat.

“Pembagian masker ada kita lakukan, hanya saja tidak setiap hari. Dan imbauan yang kami lakukan ini lebih menekankan kepada kesadaran masyarakat untuk mematuhi Prokes. Karena kalau bicara soal masker sudah mudah didapat, tinggal niat untuk memakai maskernya yang perlu kita ingatkan, ” ujar Igustina.

“Mudah-mudahan dengan seringnya kami turun dan melakukan imbauan, masyarakat semakin sadar,” jelasnya dampingi rekannya Kumala Sari.

Sejumlah warga yang berada di Pasar Inpres Aek Habil yang dimintai tanggapannya terkait penerapan 3M mengatakan, bahwa mereka sudah sering mendengar istilah itu, dan sudah mengerti maksudnya. Hanya saja sering lupa memakai masker kalau keluar rumah.

“Sering lupa memakainya (masker). Padahal sudah selalu diimbau agar memakai masker, bahkan sampai ada razia masker. Tetapi itulah rasa kesadaran itu belum melekat, sehingga sering lupa membawa maskernya. Mudah-mudahan dengan diingatkan terus, kesadaran untuk mematuhi 3M semakin tumbuh,” ujar Berti Hutagalung (42).

Berbeda dengan pengakuan Sarma Sitorus (32), bahwa dirinya tidak pernah lupa untuk menggenakan masker setiap keluar rumah. Karena dengan cara itulah bisa menghindari penularan COVID-19.

“Tidak ada cara lain untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini selain 3M. Dan itu bukan hal yang sulit untuk dikerjakan asalkan ada niat dan kemauan. Mudah-mudahan dengan seringnya petugas kesehatan turun ke lapangan dan mengimbau masyarakat, kesadaran itu semakin meningkat,” pungkasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *