Aksinya Terekam CCTV Tahun 2020, Raju Dijemput Polisi di Rumahnya

  • Whatsapp
Paparan Tersangka Raju. (Foto: dok-istimewa)

SNT, Pangkalanbrandan – Aksi pria berinisial MA alias Raju (23) saat mencuri mesin air dan kompresor terekam kamera pengintai atau CCTV.

Saat itu Raju beraksi di salah satu doorsmeer sepeda motor di kawasan Securai Pasar, Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Kamis (5/11/2020).

Bacaan Lainnya

Raju baru berhasil ditangkap oleh personel Unit Reskrim Polsek Pangkalanbrandan di kediamannya, kawasan Jalan Perjuangan Dusun VII Desa Paluh Manis, Kecamatan Gebang, Langkat, sekira pukul 22.00 WIB, pada Jumat (12/2/2021).

Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP PS Simbolon kepada wartawan lewat seluler membenarkan penangkapan Raju.

Simbolon mengatakan, korban Supriadi (43) yang telah melaporkannya ke kantor polisi, LP/139/XI/2020/SU/LKT/ SEK-BRANDAN.Tanggal 09 November 2020.

Dalam laporannya, Supriadi mengaku kehilangan mesin air dan kompresor di teras rumahnya yang dijadikan tempat usaha pencucian sepeda motor.

Supriadi melengkapi laporannya tersebut dengan menyerahkan bukti rekaman CCTV kepada polisi, yang memperlihatkan dua pelaku saat melakukan pencurian sekira pukul 09.00 WIB.

“Dari hasil rekaman CCTV, terlihat dua pelaku mengambil mesin air dan kompresor merek Dompeng,” katanya.

Kapolsek selanjutnya menginstruksikan Kanit Reskrim, Iptu Dedi YP Ginting memimpin penyelidikan.

Hasil penyelidikan dan olah TKP, kedua pelaku diketahui bernama Raju dan Boy. Namun, keberadaan keduanya tidak terdeteksi, sehingga sejumlah personel melalukan pencarian.

Hingga akhirnya, Jumat (12/2/2021) sore, Raju diketahui sedang berada di rumahnya, sehingga beberapa personel Unit Reskrim meluncur ke lokasi dan mengamankannya tanpa perlawanan.

Raju diboyong ke Mapolsek Pangkalanbrandan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan, rekan pelaku lainnya, Boy, disebutkannya telah merantau ke wilayah Pekanbaru.

Sementara hasil kejahatannya telah dijual ke salah satu pedagang penampung barang bekas (botot) yang tidak ia kenal. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *