Abang Becak Ini Sempat Melawan Polisi saat Ditangkap, Begini Ceritanya

  • Whatsapp
Paparan tersangka di Mapolres Sibolga.

SNT, Sibolga – Pria berinisial WH (38) abang becak motor warga Jalan BKKBN Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng, Sumatra Utara (Sumut) ini, diboyong ke Mapolres Sibolga.

Warga Jalan BKKBN Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng, Sumatra Utara (Sumut) ini, ditangkap polisi dalam kasus tindak pidana narkotika.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin kepada wartawan, Selasa (23/2/2021) menjelaskan, WH yang juga memiliki alamat Dusun Taqwa Kelurahan Simpang Lhee, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan ditangkap pada Jumat (5/2/2021).

“Penangkapan dilakukan setelah Sat Resnarkoba Polres Sibolga menerima informasi dari masyarakat yang layak dipercaya pada pukul 20.30 WIB, bahwa WH menguasai narkoba,” ujar Sormin.

Tak mau buruannya kabur, Kasat Narkoba AKP Sugiono memerintahkan KBO Narkoba Iptu E.Marbun, untuk melakukan lidik dan pendalaman atas informasi tersebut.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka ditemukan sedang naik betor menuju simpang lima Sibolga, dan ketika hendak diamankan, tersangka WH melakukan perlawanan,” katanya.

Saat itu lanjut Sormin, tersangka WH menjatuhkan bungkusan plastik berisi 4 bungkus kecil daun ganja, dan sebagian jatuh di lantai betor. Lainnya jatuh ke badan jalan beraspal.

Petugas juga mengamankan satu unit HP merk Nokia dari dalam tas sandang warna coklat milik tersangka, dan uang sebanyak Rp 250 ribu.

“Dan setelah dilakukan pengembangan ke rumah tersangka di Jalan BKKBN, petugas menemukan tas kulit warna hitam putih yang tergantung di dinding kamar rumah berisi 2 bungkus kecil daun ganja terbalut kertas warna coklat,” beber Sormin.

Selain itu, ditemukan juga 2 bungkus kecil sabu-sabu terbungkus plastik bening, 1 buah pipet kaca, 1 buah jarum suntik, 1 buah alat hisap/bong botol kaca terpasang 2 buah pipet plastik.

“Setelah di Polres Sibolga, urine tersangka dites, dan positif mengandung Amphetamine,” ungkapnya.

Berdasar catatan kepolisian, pria 4 orang anak ini pernah dihukum dalam kasus Narkoba pada tahun 2012, dan dihukum selama 8 tahun di Lapas Klas II A Sibolga di Tapteng.

Kronologis, sebelum dilakukan penangkapan, tersangka WH sedang mengemudikan betor, tujuannya ke tempat biasa nongkrong si pembeli ganja.

Tersangka dan si pembeli yang identitasnya telah dikantongi polisi selanjutnya bertemu di depan perumahan di Kelurahan Aek Manis Kota Sibolga. “Sama aku dulu ganja Rp 100 ribu,” kata tersangka saat itu.

Setelah uang diberikan, tersangka menerima secomot daun ganja, dan kemudian penjual ganja mengatakan, “Ini ada sabuku, kalau ada yang mau jualkan dan kasih sama aku Rp 400 ribu”.

Kemudian tersangka menerima 2 bungkus sabu-sabu, dan digemgam tangan seraya meninggalkan tempat tersebut untuk mencari penumpang.

Sekitar pukul 18.00 WIB, tersangka pulang ke rumahnya dan mempaketi ganja tersebut menjadi 2 bungkus dibalut plastik.

Namun sabu-sabu 2 bungkus ditinggalkan di rumah, dan 1 bungkus disimpan pada tas kulit kecil warna hitam putih.
Setelah itu, ada orang menghubungi tersangka. “Bang antarlah ganja sama aku dan kutunggu di simpang 5 (jalan 3)”.

Selanjutnya tersangka mengemudikan betor ke arah yang dimaksud, dan dalam perjalanan ia bertemu dengan orang yang dikenal. “Kau bawa dulu becak ini”.

Sehingga betor milik tersangka dibawa oleh orang yang dikenal tersebut, dan saat itu tersangka duduk dibangku betor.

Ketika betor tersebut melintas di Jalan KH A.Dahlan simpang Jalan Mahoni, tersangka diamankan oleh petugas.

Tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga telah melakukan tindak pidana, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Gol I, atau memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan Narkotika Gol I jenis bukan tanaman dan bukan tanaman (ganja dan sabu), sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) Subs pasal 111 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) dari Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun. (snt/ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *