Asyik, Kini Ada Sibolga Sunset Point, Idenya Pelindo I

  • Whatsapp
Foto: dok/istimewa
Foto: dok/istimewa

SNT – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I meresmikan Sibolga Sunset Point yang berlokasi di rooftoop Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga, Sabtu (11/9/2021). Sibolga Sunset Point ini diresmikan oleh Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo.

Jadi, dalam waktu dekat, Sibolga Sunset Point yang berada di Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga ini akan menjadi salah satu destinasi wisata Kota Sibolga. Seperti apa desainnya?

Bacaan Lainnya

Gedungnya didesain unik dan memiliki view yang indah di rooftop, sehingga pengunjung dapat menikmati sunset yang sangat indah dengan latar belakang pulau-pulau di perairan laut Sibolga.

“Sibolga memiliki banyak destinasi wisata yang menakjubkan dan socio culture masyarakat yang beragam, seperti Pulau Mursala, Batu Lobang, dll. Sibolga Sunset Point ini akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Sibolga,” kata Prasetyo dalam sambutannya saat peresmian.

“Selain dapat menikmati keindahan Kota Sibolga dari ketinggian, masyarakat juga dapat menikmati dan mempelajari tentang aktivitas kepelabuhanan, seperti proses bongkar muat untuk kegiatan kspor impor. Hadirnya Sibolga Sunset Point ini diharapkan mampu menjadi icon baru bagi Kota Sibolga serta dapat menjadi pintu gerbang dalam mendukung peningkatan potensi sektor kepariwisataan terutama di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan daerah disekitarnya,” jelasnya.

General Manager Pelabuhan Sibolga, M. Eriansyah menambahkan, di Sibolga Sunset Point ini nantinya akan ada foodcourt dengan sajian kuliner kekinian, kuliner khas Sibolga, dan juga bazaar untuk UMKM.

Selain itu, bisa juga diperuntukkan bagi kegiatan gathering komunitas, kegiatan seni, budaya, edukasi dan juga outdoor wedding.

“Lokasi ini juga bisa menjadi sarana untuk memberikan edukasi tentang kepelabuhanan dan maritim bagi warga masyarakat luas dan seluruh kegiatan yang ada di Sibolga Sunset Point mengikuti Protokol Kesehatan dan juga terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi dari Kementerian Kesehatan,” jelas Eriansyah.

Dijelaskan juga, baru-baru ini Pelabuhan Sibolga juga berpartisipasi dalam penyelenggaraan Creative Sibolga Expo 2021, yaitu sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh anak-anak muda yang bergabung dalam Forum Komunitas Kreatif Sibolga- Tapanuli Tengah, sebagai wadah ajang industry kreatif, entrepreneur dan pengembangan UMKM serta sekaligus juga sebagai wahana promosi dan informasi bagi pelaku industri kreatif yang ada di wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah.

“Pelindo 1 Cabang Sibolga berkomitmen penuh untuk turut mendukung pengembangan wisata di Kota Sibolga dan menyediakan sarana/fasilitas untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif di Kota Sibolga, dengan harapan potensi wisata Sibolga dapat lebih digali dan dikembangkan lagi,” ujar Eriansyah.

Untuk diketahui, Pelabuhan Sibolga merupakan salah satu cabang Pelabuhan Pelindo 1 yang berada di kawasan pantai Barat Sumatera Utara, yang mengelola jasa terminal penumpang dan terminal bongkar muat untuk petikemas dan general cargo.

Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga memiliki luas keseluruhan 2.786 m2 dan mampu menampung sebanyak 500 orang (sebelum pandemi). Terminal ini dilengkapi dengan fasilitas berupa ruang tunggu, ruang VIP, mushola, meeting hall, ruang menyusui, ruang kesehatan, posko bersama, tiket counter, garbarata dan rooftop.

Sementara untuk kegiatan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga memiliki fasilitas dermaga Multipurpose dengan panjang 153 meter yang memiliki panjang tambatan 405 meter yang mampu disandari empat kapal sekaligus atau maksimal ukuran kapal 6.000 GT, kedalaman kolam 6-7 MLWS dan luas lapangan penumpukan 6.061 m2 yang saat ini dapat menampung petikemas hingga 20.000 TEUs/tahun.

Untuk menunjang kualitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga juga didukung dengan peralatan bongkar muat berupa 1 unit Fix Crane dengan kapasitas 40 Ton yang mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dari rata-rata 15 Box/Crane/Hour (BCH) menjadi 25 BCH untuk peti kemas dan general cargo dari 60 ton/jam menjadi rata-rata 120 ton per jam, serta 1 unit reachstaker. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *