Bunda PAUD Taput Satika Simamora: Kualitas SDM Harus Diawasi Sejak Dini

  • Whatsapp
Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Utara, Satika Simamora

SNT – Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Utara, Satika Simamora mengatakan pentingnya keseriusan dalam pendidikan PAUD.

Pelayanan harus dilandasi dengan kasih dan memaparkan PAUD Holistik Integratif untuk penanganan anak usia dini secara utuh atau menyeluruh untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Satika Simamora saat menghadiri acara Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Tapanuli Utara bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Jumat (24/11/2021).

“Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus diawasi sejak dini, seluruh Bunda PAUD harus mendukung PAUD Holistik Integratif yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat,” ujar Satika.

Dibutuhkan sinkronisasi program seluruh PAUD yang ada. Masih ada beberapa desa lagi yang belum memiliki lembaga PAUD. “Saya harapkan Bunda PAUD Kecamatan dan Desa agar berperan aktif sehingga semua desa berdiri PAUD. Mari kita gugah kesadaran masyarakat, karena PAUD dan TK bukan hal sepele, karena ini awal generasi emas,” terangnya.

Istri Bupati Tapanuli Utara tersebut juga memaparkan apa saja peran para bunda PAUD Desa/Kelurahan dan pihak Lembaga PAUD.

“Saya juga berharap agar Lembaga PAUD turut berperan dalam mengatasi Stunting, PAUD harus perduli dengan kondisi kesehatan anak didik kita, bagaimana bisa mereka bisa memperhatikan dengan baik apabila fisiknya terganggu,” jelas Satika.

“Bunda PAUD Kecamatan dan Desa harus bijak dalam menyikapi segala tantangan di lapangan. Kita salurkan kasih sayang pada sekeliling kita. Bagaimana caranya agar anak-anak kita nantinya menjadi generasi muda yang kreatif. Semua ini dapat dilakukan jika kita lakukan dengan sabar dan kasih. Mari tingkatkan kasih sayang kita dalam melayani. Suatu saat dengan sendirinya rejeki akan bertambah. Mari berpikir dan berbuat positif, maka kita akan peroleh hal positif juga,” tuturnya.

Sebelumnya, sambutan Bupati Taput disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Parsaoran Hutagalung berharap agar seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama terhadap bentuk pengajaran pada pendidikan PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK).

“Sesuai target Pemerintah Pusat bahwa generasi emas kita pada tahun 2045. pertanyaannya adalah, apakah Tapanuli Utara ikut berkontribusi dalam hal ini. Harapan kami pengabdian ini sebagai doa dan ibadah kita agar anak-anak Tapanuli Utara ikut berkontribusi pada tahun 2045 mendatang. Sejak sekarang sudah harus kita persiapkan bersama-sama,” kata Parsaoran Hutagalung.

“Para pelaku pada PAUD dan TK ini harus memahami Pendidikan PAUD sebagai pendidikan non formal untuk mempersiapkan tingkat selanjutnya, pendekatan dalam pendidikannya berbeda dengan yang formal. Para guru PAUD seyogiyanya melakukan pembelajaran sesuai kecerdasan anak didik. Kita lakukan pembimbingan, pendampingan dan pengajaran sehingga anak PAUD akan tumbuh sesuai pada kodratnya,” sambung Parsaoran.

Sementara itu dalam laporannya, Ketua Pokja PAUD Ny. Murtiana Kijo Sinaga menyampaikan bahwa kegiatan Penguatan Bunda PAUD ini dihadiri 150 peserta yang terdiri dari 15 Bunda PAUD Kecamatan, 45 Bunda PAUD Desa/Kelurahan, 45 Kepala Sekolah PAUD dan 45 Guru PAUD.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Bunda PAUD sebagai sosok panutan yang perduli dan bekerja mendukung kemajuan PAUD,” jelasnya. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *