Perintah Bupati Nikson Nababan ‘All Out’ Atasi Inflasi dan Krisis Air Bersih di Taput

Foto: Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan saat memimpin rapat pengendalian inflasi daerah dan krisis air bersih

SNT,TAPUT – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengambil langkat cepat pengendalian inflasi daerah dengan berkoordinasi dengan Forkopimda.

Permintaan bupati dua periode itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput, kemarin.

Bacaan Lainnya

Rakor tersebut dihadiri para staf ahli bupati, asisten, para perangkat daerah serta perusda untuk membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo.

“Kita semua harus bergerak bersama dalam meningkatkan surplus 4 komoditi pertanian tersebut terutama bawang merah yang masih defisit, lakukan ekstensifikasi dan intensifikasi. Semua ASN juga agar turut serta berperan seperti menanami pekarangan rumahnya dengan komoditi pertanian ini,” kata Bupati Nikson Nababan.

“Saya juga menilai kurang tepat kalau bawang putih dan bawang merah dimasukkan sebagai acuan dalam menghitung inflasi, sementara daerah kita ini tidak cocok dengan komoditi tersebut terutama topologi Tapanuli Utara tidak cocok menanam bawang putih,” sebutnya.

Bupati juga menekankan penanganan air bersih di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita.

“Masalah kondisi suplai air bersih rumah tangga ini harus secepatnya diselesaikan khususnya pada tiga kecamatan karena sudah kritis, ini harus segera dituntaskan. Perintah saya agar semua perangkat daerah yang dipimpin Sekda harus langsung fokus dalam percepatan pengendalian inflasi ini, lakukan percepatan dengan ‘all-out’. Silakan berkoordinasi dengan TNI-Polri yang siap mendukung program pemerintah termasuk dalam hal Inflasi,” tegas Nikson.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Taput, Tutur Simanjuntak menyampaikan bahwa beberapa capaian Pemkab Tapanuli Utara dalam program pengendalian inflasi di daerah itu, antara lain; belanja wajib perlindungan sosial 2% dari dana transfer umum sebesar Rp 3.330.000.000,- (tiga milyar tiga ratus tiga puluh juta rupiah), dialokasikan untuk pengadaan paket sembako dan disalurkan kepada 29.849 keluarga penerima manfaat yang saat ini masih proses penyaluran tahap pertama.

Kemudian dalam rangka menjaga pasokan komoditas hortikultura, Tutur Simanjuntak mengatakan Pemkab Tapanuli Utara secara konsisten mengembangkan komoditas cabai dan bawang merah. Selanjutnya pemantauan harga komoditas tetap dilaksanakan secara rutin melalui Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara.

“Selanjutnya untuk memastikan laju inflasi tetap terjaga, Pemkab Tapanuli Utara akan melakukan kebijakan dan program program, melakukan pemantauan harga terhadap 20 komoditas pangan yang dapat memicu terjadinya inflasi. Melaksanakan rapat teknis pengendalian inflasi bersama Forkopimda dan perangkat daerah. Pencanangan gerakan menanam untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan,” paparnya.

Tutur juga mengungkapkan akan melaksanakan operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan
“Kita juga akan melakukan sidak pasar secara rutin untuk mengetahui kondisi ketersedian dan harga bahan pangan.Meningkatkan koordinasi dengan daerah yang defisit komoditas pangan,” pungkasnya. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *