oleh

Ditemukan Ulat dalam Nasi Bungkus, Rumah Makan yang “Ditutup Sementara” Kembali Beroperasi

Sibolga – Rumah makan penyedia nasi bungkus untuk anggota Satpol PP Kota Sibolga yang sempat ditutup sementara sudah beroperasi kembali pada, Rabu 15 Agustus 2018.

Penutupan sementara rumah makan tersebut setelah ditemukan ulat dalam nasi bungkus anggota Satpol PP Kota Sibolga pada, Minggu 5 Agustus 2018 lalu.

Plt Kadis Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu yang dikonfirmasi saat itu membenarkan informasi tersebut.

“Iya sudah ditutup sementara,” sebut Firmansyah Hulu lewat sambungan telepon, Selasa malam, 7 Agustus 2018.

Dia mengatakan, untuk memastikan temuan ulat dalam nasi bungkus tersebut, Dinkes Sibolga telah menindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan di laboratotium.

Dinkes Sibolga juga telah memanggil pemilik rumah makan untuk rapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kota Sibolga pada, Selasa 7 Agustus 2018.

“Sudah kita panggil untuk rapat, dan hasilnya, rumah makan itu ditutup sementara,” ujar Firmansyah saat itu.

Ketika dikonfirmasi ulang, Firmansyah mengaku tidak mengetahui kalau rumah makan yang ditutup sementara itu sudah beroperasi kembali.

Baca Juga :
Cerita TKI Asal Sibolga: Saya Melarikan Diri dari Malaysia...

“Sampai sekarang belum ada rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Sibolga,” ujar Firmansyah yang dihubungi, Rabu 15 Agustus 2018.

Sebelumnya, dua anggota Satpol PP Kota Sibolga yang tugas jaga di rumah dinas Ketua DPRD Sibolga, kaget begitu melihat ulat yang bergeliat dalam nasi bungkusnya, Minggu 5 Agustus 2018.

Petugas Satpol PP itu mengatakan nasi bungkus tersebut adalah jatah makan siang. Awalnya, petugas ini curiga nasi bungkus yang diterimanya sedikit berbau, tidak seperti biasanya.

Saat disantap, dia langsung melihat beberapa ulat menari-nari dalam nasi bungkusnya.

“Ulat itu keluar dari serpihan daging ayam goreng sambal. Ketika saya suwir dagingnya, lalu keluar ulatnya. Saya kaget dan tak jadi makan,” sebut petugas itu.

Ketua DPRD Sibolga Tonny Agustinus Lumbantobing, setelah mendengar penjelasan petugas jaga, langsung menghubungi petugas Dinas Kesehatan Sibolga untuk mengusut dan memeriksa nasi bungkus tersebut.

Setelah menerima penjelasan dari anggota Satpol PP ini, petugas Dinas Kesehatan Sibolga bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu langsung mendatangi rumah makan tempat nasi bungkus itu berasal.

Baca Juga :
Waaster Kasad: Waspadai Proxy War

Kepada petugas, pemilik rumah makan tersebut mengaku tidak mengetahui kalau nasi bungkus yang mereka jual ada ulatnya.

“Mungkin ini adalah kelalaian kami, memang beberapa hari ini, banyak lalat di sekitar rumah makan kami,” sebut pemilik rumah makan kepada petugas.

Pemilik rumah makan itu juga mengakui kalau setiap hari Minggu mereka libur.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sibolga Sri Wahyuni menegaskan pihaknya segera memeriksa makanan nasi bungkus tersebut di laboratorium.

“Kalau terbukti, maka rumah makan ini bakal kena sanksi. Bisa saja izin rumah makan ini dicabut,” tegasnya. (ril)

Loading...

Komentar