oleh

Jokowi Ngevlog saat Ngopi di Balige, Pengelolanya Ketiban Rezeki

SmartNews, Sibolga – Masih ingat Presiden Joko Widodo mendatangi Kedai Kopi Partungkoan yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara? Ya..pada bulan Maret 2019 lalu.

Ternyata setelah kehadiran Jokowi di kedai kopi yang dikelola keluarga marga Siahaan itu membawa berkah yang luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan jumlah produksi kopi Partungkoan yang meningkat drastis, dari 2 ton per bulan menjadi 4 ton.

Hal itu terungkap setelah Remaja Tampubolon (54) adik ipar Tumpak Siahaan yang saat ini mengelola kedai kopi Partungkoan itu kepada wartawan di Kota Sibolga, Selasa (13/8/2019).

Menurut Remaja Tampubolon, kedai kopi Partungkoan itu sudah ada sejak 1954 yang dimulai oleh “Ompungnya” (nenek) dari generasi marga Siahaan.

Dalam perjalanannya, usaha itu kemudian diwariskan kepada keluarga anaknya yaitu Wilson Siahaan.

Seiring bergantinya tahun, usaha warung kopi itu diteruskan kepada generasi selanjutnya yakni Tumpak Siahaan.

Selanjutnya diwariskan lagi kepada generasi ketiga cucu dari Wilson Siahaan yaitu Joy Siahaan.

“Joy Siahaan inilah yang kawin dengan kakak perempuan saya boru Tampubolon. Itulah keterkaitan saya dengan keluarga Siahaan sebagai adik ipar dari Joy Siahaan yang saat ini meneruskan usaha warung kopi Partungkoan Balige. Jadi sewaktu pak Presiden Jokowi ngopi di sana, abang ipar dan kakak saya lah yang membantu melayani pak Jokowi dan rombongan,” tutur Remaja.

Motivator kondang itu mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi ke kedai kopi Partungkoan saat itu tidak direncanakan sehingga kakak iparnya pun kaget.

Yang mengejutkan lagi, ketika tamu yang berkunjung malam itu diminta mengosongkan beberapa meja, karena Presiden mau mampir ngopi, pengunjung warung pada heran dan seolah tidak percaya.

“Banyak yang tidak percaya waktu itu kalau pak Presiden Jokowi mau ngopi di kedai kopi Partungkoan. Barulah setelah pasukan Paspampres tiba, disusul rombongan Presiden, semua pada heboh dan kaget,” jelasnya.

Saat itu lanjut remaja, Presiden Jokowi ngevlog momen minum kopi itu sekaligus mempromosikan kopi Partungkoan. Sejak itu masyarakat dan pecinta dunia maya heboh dan langsung “menyerbu” warung kopi Partungkoan.

“Karena sudah dipromosikan gratis oleh pak Jokowi, hasil produksi kopi Partungkoan naik drastis. Kalau selama ini produksinya 2 ton per bulan, saat ini menjadi 4 ton per bulan. Pesanan secara online terus berdatangan ditambah dengan pesanan dari daerah-daerah lain. Kehadiran pak Jokowi ke kopi Partungkoan membawa berkah yang luar biasa,” ungkapnya.

Karena kedai kopi Partungkoan sudah booming pembenahan dan penataanpun semakin ditingkatkan.

“Sekarang yang sedang saya siapkan adalah seragamnya dan juga baristanya serta membenahi tampilan warung. Karena masyarakat sudah terkoneksi dengan kunjungan pak Presiden ke sana. Jadi jangan sampai pelanggan kecewa dengan fasilitas dan juga pelayanan. Dan kebetulan saya ini berada di area publik, sehingga banyak juga berperan untuk mempromosikan,” sebutnya.

Remaja Tampubolom. (Foto: dok-ist)

Disebutkan Jaja nama akrap pria yang lahir di Balige itu, pada saat acara temu responden yang digelar BI Sibolga, Selasa (13/8/2019), di Sibolga, ada pengusaha cafe Sibolga yang sudah lama ingin bermitra dengan kopi Partungkoan.

“Kemarin ibu itu sudah menunjukkan foto-foto cafenya dan semuanya sudah siap. Dia ingin mencari jaringan untuk bisa ketemu dengan keluarga kopi Partungkoan dan menjadikan kopi Partungkoan sebagai menu khusus di cafenya. Saya cukup sedang dan siap membantu ibu itu dengan membranding cafenya yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah,” ungkapnya.

Katanya lagi, sebenarnya harga kopi Partungkoan hanya Rp5.000 per gelas. Tetapi karena sudah dipromosikan Presiden Jokowi Rp7.000, sejak itu harga kopi Partungkoan menjadi Rp7.000 per gelas.

Ada pun bahan kopi yang diproduksi Partungkoan kata Remaja, didatangkan dari Parsoburan dan Berastagi.

“Semuanya diolah dan diracik di Partungkoan Balige. Dan untuk memenuhi pasokan kopi, sudah menjalin kerjasama dengan petani kopi di kedua daerah agar kebutuhan produksi siap setiap saat,” imbuhnya.

“Sejak kecil saya sudah minum kopi Partungkoan, dan sampai saat ini belum ada saya temukan rasa kopi senikmat kopi Partungkoan,” pungkasnya. (s3)

Loading...

Komentar