Update Bukit Longsor di Sibolga yang Tewaskan 2 Orang, Ini Tindakan Polisi

  • Whatsapp
FOTO: Kapolsek Sibolga Selatan Iptu Bremer Hulu Memasang Spanduk Imbauan di Lokasi Longsor.

SmartNews, Sibolga – Polisi melarang warga untuk tidak melakukan pengerukan perbukitan di Gang Rukun Damai, Lingkungan III, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) pascadua orang warga tewas tertimbun pada Selasa sore (4/8/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, bentuk larangan itu, di lokasi sudah dipasang spanduk imbauan oleh Kapolsek Sibolga Selatan, Iptu Bremer Hulu bersama personel dibantu warga.

Bacaan Lainnya

“Imbauan larangan pengerukan perbukitan itu sebagai upaya Polres Sibolga melakukan upaya preventive,” tegas Sormin, Rabu (5/8/2020).

Kepolisian berharap dengan dipasangnya spanduk bertuliskan imbauan itu dapat dipatuhi oleh masyarakat setempat.

“Hal ini sebagai tindakan yang kita lakukan agar tidak ada korban jiwa lagi karena dengan mengeruk bukit tersebut sangat mengancam keselamatan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam kejadian ini, 4 orang tertimbun tanah longsor, dua tewas dan dua selamat.

Keempat korban yakni Jhony Hulu (20), Amelia Nduru (14), Alvin (3) dan seorang ibu rumah tangga bernama Hagaria Nduru (30).

Saksi mata bernama Jefri Hulu, (17) menerangkan awalnya para korban mengeruk perbukitan tersebut untuk mengambil pasir keperluan bahan bangunan rumah Hagaria Nduru.

“Pada waktu memasukkan pasir ke karung goni, tiba- tiba terjadi longsoran tanah dan menimpa Jhony, Amelia, Alvin dan Hagaria,” kata Sormin dalam keterangannya kepada wartawan, kemarin.

Mendapat informasi tersebut, warga bersama personel Polsek Sibolga Selatan, petugas BPBD Sibolga berhasil mengevakuasi para korban dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun dua korban menghembuskan nafas terakhirnya yakni, Amelia Nduru dan Jhonny Hulu.

“Kasus bencana tanah longsor ini masih dalam proses penyelidikan personil Polsek Sibolga Selatan dan Polres Sibolga,” sambung Sormin.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga warga setempat Boru Sinaga menuturkan, korban selamat Hagaria Nduru (30) berencana membangun rumah mereka di perkampungan yang berada di perbukitan itu.

Menurutnya, Hagaria Nduru sudah mulai melakukan pembangunan pondasi rumah mereka sejak, Senin (3/8/2020) lalu.

“Semalam (Senin) sudah mulai dipasang batu pertama. Kulihat sudah naik seperempat bangunan pondasi rumahnya itu,” kata boru Sinaga.

Lantas kata boru Sinaga, melihat Hagaria Nduru bersama para korban melanjutkan untuk mengambil pasir di lokasi perbukitan itu.

Dia menduga, tanah longsor itu terjadi karena hujan yang terjadi beberapa hari terakhir membuat perbukitan itu menjadi lembek dan kemudian dilakukan pengerukan dan terjadilah longsor.

“Kemudian karena beberapa malam terakhir ini terjadi hujan jadi lembek lah tanah itu. Karena sudah seperti gua yang dikeruk itu. Begitulah cerita situasi longsor yang terjadi ini,” jelasnya.

Boru Sinaga juga menjelaskan, jika ada warga yang hendak membangun rumah di permukiman itu, dia mengaku bahwa mereka mengambil pasir dari perbukitan yang longsor tersebut.

“Hasil pasir dari perbukitan itu untuk bangunan rumah cukup kuat. Datang pun gempa gak goyang rumah ini,” akunya.

Lanjutnya, korban meninggal dunia Amelia Nduru berstatus pelajar kelas II SMP, baru tiba pada Sabtu (1/8/2020) dari Pulau Nias karena disuruh datang ke Sibolga oleh Hagaria Nduru.

Sementara katanya, korban meninggal Jhony Hulu (20) memang tinggal di perkampungan itu namun masih keluarga dari Hagaria Nduru, namun orangtuanya tinggal di Gunungsitoli.

Sementara itu, informasi terbaru diperoleh, korban selamat Hagaria Nduru yang sempat mendapat perawatan di RSU Sibolga sudah kembali ke rumah mereka.

Sedangkan, korban tewas Amelia Nduru dikebumikan di kampung halamannya di Pulau Nias, dan telah dibawa pada Selasa malam naik kapal penyeberangan, sementara Jhonny Hulu masih menunggu orangtuanya. (pr_snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *