Gadis Belasan Tahun di Bali ‘Digilir’ 10 Pria

buleleng
FOTO Ketiga Tersangka Diamankan di Polres Buleleng, Bali. (Foto: Tangkapan Layar)

SNT, Bali – Sungguh bejat perbuatan 10 orang pria menyetubuhi secara bergilir seorang anak perempuan di Buleleng Bali. Dalam kasus ini, polisi sudah menahan 3 orang pelaku.

Perilaku tak terpuji ini terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan polisi yang berawal dari motor korban kehabisan bahan bakar di depan salah satu minimarket di Panarukan, Minggu (11/10/2020).

Bacaan Lainnya

“Korban yang motornya kehabisan bensin di depan Indomaret Jalan Setiabudi, Penarukan, meminta tolong pacarnya, DK, untuk membelikan bensin. Namun oleh pelaku, korban diajak ke rumah ACT dan korban disuruh tinggal di rumahnya ACT,” demikian kata Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa melalui keterangan tertulis diterima wartawan, kemarin.

Katanya, pada malam harinya, korban dipaksa oleh pacarnya untuk berhubungan badan, setelah itu dua teman pacar korban juga ikut melakukan aksi bejat tersebut.

Dijelaskan, sekitar pukul 23.00 Wita, korban dipaksa melakukan persetubuhan oleh DK, di mana pada saat itu, di dalam kamar ada DK, BRT dan RD. Kemudian korban disetubuhi secara bergilir oleh 3 orang.

Rupanya, korban tidak hanya digilir oleh DK, BRT dan RD. Ada 7 orang lagi yang juga menyetubuhi korban.

Dalam kasus ini sebanyak 10 pelaku kemudian berhasil diamankan. “Bukti yang cukup didukung dengan adanya visum yang ditemukan pada korban mengalami robekan lama selaput dara, dan juga berdasarkan saksi korban serta saksi fakta lainnya sebanyak 4 saksi fakta yang saling mendukung, bahwa benar terhadap terduga pelaku RD, BR, AT, WW, PK, DK, AR, JL, TN dan ES dapat disangka telah melakukan tindak pidana,” kata Made.

Akan tetapi, dari 10 pelaku, hanya 3 orang yang ditahan, yakni RD, BT dan WW. Sebab, 7 pelaku lainnya masih di bawah umur,

Para pelaku diamankan pada 26 Oktober 2020. Namun, karena ada pelaku anak-anak, maka terhadap pelaku tersebut tidak dilakukan penahanan.  “Sedangkan ketiga pelaku dewasa RD, BT dan WW dilakukan penahanan,” bilang Made. (dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *