Pria Bertamu Dini Hari di Kos-kosan Putri, FL: Dia Tunanganku!

  • Whatsapp
Kos-kosan
Pertemuan Para Pihak di Kantor Lurah Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara untuk Media Dipimpin Lurah Tigor Tambunan. (Foto: dok_istimewa)

SNT, Sibolga – Sebuah kos-kosan putri di Jl DI Panjaitan, Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut) didatangi sekelompok pemuda.

Kedatangan pemuda itu karena masyarakat di sana merasa resah terhadap keberadaan laki-laki yang bertamu ke kos-kosan putri tersebut, pada Minggu (18/4/2021) dini hari.

Hal ini dibenarkan oleh Lurah Huta Tonga-Tonga, Tigor Tambunan dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi, Selasa siang (20/4/2021).

Baca Juga: Kos-kosan Diduga Jadi Tempat Para Pasangan Penikmat Cinta

Tigor mengatakan, kedatangan pemuda setempat ke kos-kosan itu untuk mempertanyakan keberadaan tamu laki-laki itu ke kos-kosan yang tidak pantas secara etika dan norma di masyarakat.

“Saat itu sekelompok pemuda yang mendatangi kos-kosan tersebut sempat emosi, namun akhirnya dapat diredam oleh Kepling III, ibu Elly Hutagalung, seraya dengan tegas meminta agar tamu kos-kosan segera pulang dan agar hadir di kantor Lurah untuk dimintai pertanggungjawabannya,” jelas Tigor.

Baca Juga: Seorang Laki-laki dan Perempuan Dipergoki di Kamar Kos-kosan di Sibolga, Ini Langkah Cepat Pak Lurah

Setelah mendapat laporan tersebut dari Kepling, Lurah Huta Tonga-Tonga, Tigor Tambunan langsung mengambil tindakan cepat dengan mengumpulkan para pihak terkait mulai dari penghuni kos, pemilik kos, kepling, tetangga dan perwakilan pemuda setempat.

“Hasil pertemuan menyepakati bahwa dalam waktu 7 hari penghuni kos harus mengosongkan atau pindah kos-kosan dari wilayah Kelurahan Huta Tonga-Tonga,” ungkap Tigor.

Baca Juga: Ngumpul di Kos-kosan, 2 Wanita, 2 Laki-laki Diamankan ke Polres Sibolga

Dari hasil pertemuan di kantor lurah, disepakati agar penghuni dan tamu kos meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

Tigor mengatakan, kepada pemerintah dan masyarakat penghuni kos-kosan berinisial FL tersebut mengaku bahwa pria yang bertamu ke rumahnya berinisal TZH adalah tunangannya yang beralamat di Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara.

“Saya ikut prihatin dan menyesalkan atas kejadian tersebut. Kita mengajak masyarakat agar menghormati bulan suci Ramadhan 1442 H ini,” ujarnya.

Baca Juga: Pak Lurah Gerebek Kos-kosan di Sibolga, Laki-laki dan Perempuan Dipergoki di Kamar, Ngapain?

Menurut Tigor, pihaknya selaku Lurah telah memediasi dan mengambil langkah-langkah tegas dengan cara memberi deadline waktu, agar penghuni kos tersebut segera pindah dari Kelurahan Huta Tonga-Tonga.

“Dan kepada pemilik kos-kosan kita beri peringatan terakhir bila masih ada anggota kos-kosannya melakukan perbuatan serupa maka kos-kosannya akan kita tutup sementara waktu,” tegasnya.

Baca Juga: Wanita Cantik Bersama 2 Pria Digerebek di Kamar Kos-kosan

“Sikap kita sangat tegas kepada penghuni dan pemilik kos untuk mentaati aturan dan etika berkos-kosan. Tidak boleh di kelurahan ini orang berprilaku menyimpang dan mencemari masyarakat apalagi di masa bulan suci Ramadhan ini,” Tigor menambahkan. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *