Bolehkah Saraf Kejepit Diurut? Ini Saran Dokter

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

SNT – Keluhan yang banyak diderita masyarakat biasanya adalah nyeri pada pinggang. Saraf kejepit menjadi penyebab kronik terbanyak dari sekian banyak penyebab nyeri pinggang.

Saraf kejepit atau Herniated Nucleus Pulposus (NHP) memiliki gejala nyeri menjalar dari pinggang hingga paha, dan seluruh bagian kaki disertai dengan kelemahan pada salah satu atau kedua kaki.

Baca Juga: Bukan Pasar Wuhan, Inikah Tempat Virus Corona Berasal?

Tak sedikit dari masyarakat yang memiliki masalah saraf kejepit akan melakukan pijat. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan rasa nyeri. Lantas, apakah boleh?

Terkait dengan hal itu, dokter spesalis saraf, dr. Zicky Yombana, SpS angkat bicara, dan menyebut untuk memijat sendiri tak disarankan. “Sebaiknya tidak dipijat, sangat keras hingga bunyi ‘kretek’ itu tidak direkomendasikan,” sebut Zicky dalam program Hidup Sehat tvOne, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: DKI Izinkan Live Music di Hotel-Restoran

Zicky menjelaskan, pemijatan sendiri tidak direkomendasikan lantaran ditakutkan akan menyebabkan tulang bergeser.

“Karena banyak atau risiko bukannya menjadi lebih baik terkadang tulangnya menjadi geser. Amannya harus mencari tau lebih tentang saraf kejepit dengan mengunjungi dokter saraf terdekat, harus segera,” ujar Zicky.

Baca Juga: Lambat Atasi COVID-19, Bobby Nasution Copot Kadis Kesehatan Medan

Dia juga menjelaskan bahwa saraf kejepit ini harus segera dikonsultasikan ke dokter. Sebab, kalau dibiarkan dapat berakibat fatal. “Kalau diabaikan kemungkinan terburuk kelumpuhan. gangguan buang air besar, gangguan buang air kecil, dan akhirnya kelumpuhan,” terang Zicky.

Lalu, bagaimana cara mengatasi sakit pinggang karena saraf kejepit? Terkait hal itu, Zicky menjelaskan bahwa masyarakat harus memperbaiki posisi gerak. Seperti ketika bangun dari tidur hingga saat mengangkat barang.

Baca Juga: 4 Wanita Diamankan Satpol PP Tapteng, Kesehatan Pria Ini Ikut Diperiksa

“Setiap pagi posisi miring dulu bukan bangun dalam posisi langsung bangun. Hindari posisi membungkuk, jangan membungkuk lagi ketika ambil barang jongkok, buat tlg pinggang tidak menekuk, karena kalau lakukan hal tersebut diharapkan kondisi perbaikan,” katanya.

Baca Juga: Tebar Senyuman dan Tampil Bugar, Tante Erni: Jaga Kesehatan Ya..

Zicky juga menjelaskan masyarakat juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri. Akan tetapi mengonsumsi obat pereda nyeri tak bisa dilakukan secara terus menerus. “Kalau sakit sekali boleh minum obat tapi ada aturannya, minum obat kurleb 2-3 hari kalau tidak membaik ke dokter. obat penghilang nyeri bisa paracetamol,” Zicky menambahkan. (viva/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *