6 Remaja Laki-laki dan 4 Perempuan Diamankan di Gedung Nasional Sibolga, Kasusnya Bikin Geleng-geleng

  • Whatsapp

SNT, Sibolga – Sebanyak 10 orang remaja diamankan petugas jaga rumah dinas TNI dari gedung nasional Kota Sibolga, Jumat 17/12/2021) pagi sekitar pukul 07.40 WIB. Kesepuluh remaja tersebut diduga sedang asyik menghisap lem kambing. Mereka selanjutnya diamankan ke Mapolres Sibolga.

Ironisnya, dari 10 remaja tersebut, ada 4 perempuan remaja yang turut diamankan. Selanjutnya mereka dites urine di Aula Wira Pratama Polres Sibolga.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil tes urine, dua orang positif mengandung Amphetamine,” ungkap Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja melalui Kasi Humas, Iptu R Sormin dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Terkait kasus ini, Sormin mengatakan Polres Sibolga telah berkoordinasi dan menginisiasi penanganan kenakalan remaja dengan melibatkan, dan menghadirkan berberapa stake holder terkait dari Dinas Sosial, Dinas BPBD, Satpol PP, Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Sibolga, untuk melakukan pembinaan kepada 10 remaja tersebut.

“Koordinasi yang kita lakukan untuk merumuskan penanganan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang kepada remaja yang diduga melakukan penyalahgunaan lem kambing dan dugaan penyalahgunaan narkoba di kota Sibolga,” kata Sormin.

Lebih lanjut disampaikan, hasil koordinasi dengan stake holder, Kapolres Sibolga mengharapkan kesungguhan bersama untuk dapat merumuskan upaya pembinaan dan edukasi dalam hal penanganan, dengan konsep melakukan karantina, rehabilitasi, siraman rohani, pembinaan jasmani dan proses edukasi lainnya melalui pembentukan tim terpadu.

“Kapolres Sibolga mengharapkan stake holder terkait berkenan melakukan pencerahan edukasi sesuai ranah masing masing, dan mendorong Pemko Sibolga melalui Wali Kota Sibolga untuk membentuk tim terpadu penanganan kenakalan remaja di Kota Sibolga,” terang Sormin seraya menerangkan bahwa ada diamankan barang bukti lem kambing dari 10 remaja tersebut.

Usai mendapat pembinaan, 10 remaja tersebut selanjutnya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa, dan diserahkan kepada keluarganya. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *