oleh

RKB PLN Sibolga Ajari Siswa SMK Pasarkan Produk Online Lewat Video Branding

SmartNews, Sibolga – Tidak dipungkiri, saat ini bisnis e-commerce atau pemasaran produk secara online semakin tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat. Rumah Kreatif BUMN (RKB) UP3 PT PLN (Persero) Sibolga, terus bergerak melakukan pembinaan dan pelatihan.

Pengelola RKB UP3 PTP PLN (Persero) Sibolga, Jannes Maharaja menjelaskan, pembinaan dan pelatihan tidak melulu kepada pengusaha mikro dan kecil. Pihaknya juga mengedukasi mahasiswa, bahkan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Sibolga.

RKB UP3 PTP PLN (Persero) Sibolga telah mengundang pelajar SMK mengikuti kegiatan seminar tentang video editing produk UMKM yang akan dipasarkan secara online, di sekretariat RKB UP3 PTP PLN (Persero) Sibolga, Jalan Dolok Martimbang, Sibolga, Sumatra Utara, Jumat (17/1/2020),

“Harapannya, ketika lulus nanti, mereka (pelajar dan mahasiswa) akan mudah mendapatkan atau membuka peluang usaha sendiri dengan memanfaatkan teknologi melalui penjualan produk secara online,” ungkap Jannes Maharaja kepada wartawan.

Marketing online, Abdi Somat Hutabarat yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut memaparkan, saat ini bisnis online sangat diminati karena harga yang lebih murah dan cepat diakses.

Ia juga mengajarkan cara sukses menjual hasil produk secara online dengan video marketing. Bagaimana peserta mengetahui cara mudah menghasilkan video branding yang berkualitas, meski hanya menggunakan aplikasi yang ada di Google Playstore.

“Kenapa video marketing? Melihat perkembangan informasi dan teknologi saat ini, penggunaan video branding lebih besar benefitnya ketimbang foto produk, karena dengan video produk kita menjadi lebih detail,” ujarnya.

Dia menjelaskan, YouTube merupakan search engine terbesar di dunia, dan orang tidak perlu lagi membaca untuk mencari informasi atau melihat produk.

Faktanya, 74% calon pembeli lebih mudah memahami produk apa yang ditawarkan menggunakan video. Kemudian 80% pengguna internet akan lebih mudah mengingat iklan video apa yang sudah mereka lihat.

Sementara 46% pengguna internet mengambil take action dari iklan video yang mereka lihat. Sebanyak 22% pengguna akan mengunjungi website, di mana ada namanya di dalam iklan video tersebut.

Sebanyak 12% pengguna bisa menambil keputusan untuk membeli produk yang sudah memiliki spesifikasi jelas dari video.

“Dengan video, otak kita akan bekerja hampir dari seluruh aspek untuk mengambil titik poin. Inilah kenapa video begitu menarik. Secara emosional, suara di dalam video akan lebih dipahami lebih banyak orang,” katanya.

Foto: Abdi Somat Hutabarat saat Memberikan Materi.

Pada kesempatan itu, Abdi Somat Hutabarat menjelaskan pengenalan tools dasar vidio editor menggunakan salah satu aplikasi playstore. Ada 5 kategori dalam menajemen video marketing, yakni video branding, profil, edukasi, demo, dan testimoni.

Para pelajar juga diajari cara membuat sebuah video branding yang umumnya sangat dekat dengan produk yang hendak dipasarkan. Video branding tidak sebatas jualan, tetapi mengandung esensi dari merek yang akan dipasarkan.

Abdi kemudian mengajarkan teknik pengambilan gambar, berdasarkan besar dan sudutnya. Terdapat 17 teknik yang bisa dilakukan dalam pengambilan gambar untuk mendapatkan hasil yang menarik. (red)

Komentar

News Feed