CU Maju Tarutung, Awalnya 8 Kini Jadi 10.089 Anggota

  • Whatsapp
Maiddun Mahulae, S.Pd, Ketua Pengurus CU Maju Tarutung
Maiddun Mahulae, S.Pd, Ketua Pengurus CU Maju Tarutung. (FOTO: Dok_ts)

SNT, Taput – Credit Union (CU) Maju Tarutung adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak dalam simpan pinjam layaknya seperti koperasi yang beroperasi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara.

Sejarah berdirinya CU ini berawal pada tahun 1976. Sekumpulan ibu kaum Katolik di Tarutung yang dibina oleh Pastor Josie Staineer membentuk kumpulan dengan nama Punguan Ina.

Bacaan Lainnya

Saat itu jumlah anggota masih delapan orang. Mereka memiliki visi menggerakkan sadar kerohanian di lingkungan masing-masing.

Nah, seiring berjalannya waktu, mereka mengadakan semacam arisan jula-jula untuk membantu sesama mereka dalam menabung maupun meminjam.

Baca Juga: Pascatertimbun Longsor di Km 8 Jalinsum Sibolga Tarutung, Arus Lalin Sudah Normal

Terus berusaha, kumpulan ini akhirnya membentuk koperasi secara resmi pada 23 Januari 1977 dengan nama CU Maju. Saat itu anggotanya sudah tercatat sebanyak 29 orang.

“Itulah sepintas cerita berdirinya CU Maju Tarutung, dari 8 anggota kini sudah memiliki 10.089 anggota yang tersebar di seluruh Tapanuli Utara,” ungkap Maiddun Mahulae, S.Pd, Ketua Pengurus CU Maju Tarutung saat ditemui di kantornya, Senin (29/3/2021).

Didampingi Gregorius Pahala Sihombing mewakili Bagian Managemen, Maiddun Mahulae mengatakan, sejak tahun 2005 dirinya menjabat sebagai ketua pengurus.

“Sebelumnya adalah Suster Yakoba Gultom, Nai Linda Simbolon, Nai Lisbet Simatupang, Nai Caster Parhusip (1984-2004),” terangnya sembari menjelaskan masa periode kepengurusan dipilih sekali lima tahun dan bila periode habis dapat dipilih kembali sesuai dengan Akte Perubahan Anggaran Dasar Koperasi CU Maju Tarutung, Nomor 5 tanggal 13/8/2020.

Baca Juga: Nikson Nababan: UNTARA Solusi Taput Mandiri, Tinggal Selangkah…

Diungkapkan Maiddun Mahulae, kondisi CU Maju saat ini sedang meningkat pesat dan dipercaya oleh anggota untuk menyimpan uang.

“Tahun 2005, jumlah anggota sekitar 600 orang dengan jumlah aset mencapai Rp. 900.000.000,-. Saat ini, per Desember 2020 sesuai laporan akhir tahun pada Rapat Anggota, aset mencapai Rp. 135 miliar dengan total anggota mencapai 10.089 anggota,” ungkap Maiddun Mahulae.

“Dan sejak 2005, CU Maju sudah memiliki kantor tersendiri di jalan Jenderal DI Panjaitan, yang sebelumnya hanya memakai gedung pastoran Katolik Tarutung,” ujarnyanya.

Baca Juga: Kapolri Minta Masyarakat Tak Panik Pascaledakan di Depan Katedral Makassar

CU Maju Tarutung adalah salah satu CU ataupun koperasi primer bersama 53 CU primer lainnya adalah anggota Puskopdit (Pusat Koperasi Kredit) Bekatigade Sumatra Utara yang berkantor di Pematang Siantar. CU Maju Tarutung saat ini melayani simpanan anggota dalam bentuk Sisuka (Simpanan Sukarela Berjangka), Sibuhar (Simpanan Bunga Harian) dan Sipendik (Simpanan Pendidikan).

“Kita juga melayani pinjaman dalam bentuk pinjaman produktif, kesejahteraan dan darurat atau khusus, serta melayani dana sosial berupa Daperma (Dana Perlindungan Bersama) dan Dakesma (Dana Kesejahteraan Sosial Bersama),” papar Maiddun Mahulae.

Bergabung dengan CU Maju memiliki keuntungan dan kelebihan dibandingkan dengan menjadi nasabah bank. Salah satunya, bunga pinjaman sangat kecil.

“Selain itu, sistem bunga uang bisa menurun serta peminjam bisa langsung membayarkan seluruh pinjaman meski belum jatuh tempo dengan bunga uang tidak dihitung lagi sesuai masa tempo,” terangnya.

Keunggulan lainnya, lanjut Maiddun Mahulae, anggota yang meminjam bila yang bersangkutan meninggal dunia dilindungi dengan SPA (Santunan Perlindungan Anggota), sebesar Rp 100 juta rupiah. Artinya, hutang dengan saldo Rp 100 juta tidak dibebankan kepada ahli waris akan dibayar langsung Daperma Inkopdit (Induk Koperasi Kredit Indonesia) karena CU Maju Tarutung adalah anggota Daperma dengan nomor anggota 115 Inkopdit.

Baca Juga: Perampok Menyaru Tehnisi Jaringan, Pemilik Rumah Diborgol di Lemari

Selain itu, Santunan Duka Anggota (SDA) yang meninggal sampai batas usia 60 tahun, akan mendapat SDA 100 persen dari simpanan saham anggota.

Itu artinya, apabila anggota yang bersangkutan memiliki saldo simpanan Rp 25 juta, SDA yang bersangkutan mencapai Rp 25 juta.

“Tetapi apabila saldo pinjaman yang bersangkutan di atas 30 juta, yang bersangkutan hanya mendapatkan SDA sebesar 30 juta rupiah. Seluruh simpanan akan dikembalikan bersama SDA kepada ahli waris,” jelas Maiddun.

Kantor Credit Union (CU) Maju Tarutung.

Selain itu, CU Maju Tarutung juga masuk menjadi anggota Dakesma (Dana Kesejahteraan Bersama) Puskopdit Bekatigade.

Dalam hal ini, setiap anggota CU yang terdaftar wajib membayar premi sebesar Rp 50.000,- dan apabila anggota yang bersangkutan meninggal dunia pada tahun berjalan ahli waris akan mendapatkan santunan Rp. 4.500.000.

Saat ini, diakui oleh Maiddun Mahuale, CU Maju sedang diguncang berita hoaks yang menyatakan managemen sedang tidak sehat. Hal ini dibantahnya, dengan menegaskan isu tersebut tidaklah benar.

Baca Juga: Nikson Nababan: Penghargaan Ini Energi Bagi Saya Wujudkan Taput Berdikari

“Seluruh anggota tidak perlu kuatir dengan informasi yang tidak bertanggung jawab tersebut. CU Maju Tarutung tidak dalam kondisi pailit. CU Maju Tarutung kondisinya sehat. Terbukti anggota yang menarik dananya bisa dilayani dengan baik dan tepat waktu,” tegasnya.

Meski diguncang isu tersebut, ada hal unik yang menarik ditemukan di kantor CU Maju Tarutung. Sinar Simanjuntak, seorang guru di Tarutung justru pada Senin (29/3/2021) menyimpan dananya dalam bentuk deposito dengan nilai 100 juta rupiah.

“Saya masih percaya dengan pengurus CU Maju kalau uang saya aman untuk disimpan,” ujarnya senyum kepada awak media ini. (ts)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *