Bripka Junior Hutabarat Galang Dana Pembangunan Masjid Berusia 200 Tahun di Simangumban Taput

  • Whatsapp
Bripka Junior Hutabarat saat Ikut Bekerja Membangun Masjid di Simangumban, Tapanuli Utara.

SNT, Taput – Luar biasa aksi sosial yang dilakukan oleh seorang personel Polres Tapanuli Utara, Sumatra Utara (Sumut) ini. Dia berpangkat Brigadir Kepala Polisi, namanya Junior Hutabarat.

Junior Hutabarat bersatu padu dengan panitia pembangunan, dan sukses menggalang dana hingga 2 miliar untuk pembangunan Mesjid Al Huda di Dusun Simajambu III, Desa Simangumban Jae Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Bacaan Lainnya

“Sudah menjadi tugas saya sebagai personil Kepolisian untuk membantu panitia dan kita memang harus bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata Junior Hutabarat, saat ditanya mengenai motivasi keterlibatannya dalam pembangunan masjid tersebut, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga: 2 Warga Kampung Solok Barus Diboyong ke Mapolres Tapteng

Personil yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) tersebut, kepada awak media mengatakan, bersyukur upaya mereka bersama panitia bisa berjalan dengan lancar hingga pembangunan masjid terlaksana hingga 90 persen.

Keterlibatan Junior Hutabarat dalam proses pembangunan masjid, sangat diapresiasi oleh para jemaah masjid, panitia pembangunan termasuk para tetua di desa tersebut terlebih dia bukan seorang muslim.

“Mulai dari merencanakan pembangunan, peletakan batu pertama, proses peresmiannya kelak atau hingga saat ini Pak Hutabarat sangat memberikan perhatian penuh terutama cara penggalangan dana pembangunan,” ungkap Makmur Siagian yang menjabat sebagai bendahara panitia.

Baca Juga: Rumah Dibakar Pemiliknya di Lintongnihuta Humbahas

Diceritakan Makmur, proses pembangunan berawal dari adanya sumbangan uang sebesar 1.5 juta rupiah dari AKBP Horas Silaen mantan Kapolres Taput.

Oleh Junior Hutabarat, dana ini disarankannya untuk dipergunakan sebagai modal awal oleh panitia pembangunan karena memang kondisi masjid sudah kurang layak.

“Dia (Junior) menginisiasi pembangunan masjid ini. Terlibat pembentukan panitia, penggalangan dana hingga ke para anak rantau hingga mencapai lebih 2 miliar untuk kebutuhan pembangunan mesjid,” jelas Makmur.

Baca Juga: Mengenal Sosok Yetty Sembiring, dari Lurah, Ajudan Bupati Hingga Menjabat Sekda Tapteng

“Apa yang dilakukannya sangat menginspirasi. Pak Hutabarat tidak sungkan menyumbangkan tenaganya saat proses pembangunan seperti mengantar semen campuran pasir untuk digunakan tukang,” aku Ketua Remaja Masjid, Pardamean Simanjuntak.

Saat ini, kata Pardamean Simanjuntak, pembangunan masjid tinggal finishing dan dalam waktu dekat akan diresmikan.

Syamsir Ritonga, tetua desa menceritakan Masjid Al Huda pertama berdiri pada tahun 1806 dengan jemaah berjumlah 20 keluarga. Masjid berdiri di daerah perbatasan Taput dan Tapanuli Selatan (Tapsel).

Baca Juga: Lirik Lagu Mencari Cinta-Noah feat Bunga Citra Lestari

Kondisi Masjid Sebelum Dibangun.

Dijelaskannya, bangunannya saat itu masih berbentuk panggung dari bahan kayu dan ukurannya masih kecil.

Pada tahun 1980, masjid tersebut direnovasi menjadi semi permanen dan sekarang dibangun menjadi permanen dan terlihat megah.

“Masjid Al Huda saat ini dipergunakan sebanyak 120 Kepala Keluarga yang berasal dari umat Muslim dari Taput dan Tapsel,” jelasnya. (ts)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *