Terkena Lemparan, Wali Kota Sibolga Tak Lapor: Mereka Rakyat Saya

  • Whatsapp
Foto: Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Didampingi Wakilnya Pantas Maruba Lumbantobing saat Memberikan Keterangan kepada Wartawan. (Dok_Istimewa)
Foto: Wali Kota Sibolga Jamaluddin Pohan Didampingi Wakilnya Pantas Maruba Lumbantobing saat Memberikan Keterangan kepada Wartawan. (Dok_Istimewa)

SNT, Sibolga – Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengatakan tidak akan melaporkan warganya yang melakukan pelemparan batu saat eksekusi lahan tangkahan UD. Budi Jaya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, pada Jumat (11/6/2021) lalu.

Demikian diungkapkan Wali Kota Jamaluddin Pohan kepada wartawan yang mengaku terkena lemparan batu di pundaknya saat dimulai proses eksekusi lahan tersebut, namun dirinya tidak sampai terluka, dan tidak akan melaporkannya.

Bacaan Lainnya

“Ya kena bagian pundak. Kalau saya tidak lah, mana mungkin saya laporkan rakyat saya,” ungkap Jamaluddin Pohan, dan mengatakan tidak akan menyerah serta tidak takut untuk mengambil alih lahan tersebut demi kepentingan pembangunan Kota Sibolga.

Baca Juga: Razia Preman di Tapteng, 10 Orang Diboyong ke Kantor Polisi

Jamaluddin menyebut, pengosongan lahan yang diklaim milik Pemkot Sibolga itu dikatakan sudah menjadi keharusan, dan bersifat segera untuk kelanjutan program pembangunan serta penataan kota.

Dikatakan, setelah lahan itu dikosongkan, Pemko Sibolga akan membangun pasar modern di atas lahan tersebut, serta menjadikan Jalan KH. Ahmad Dahlan Sibolga menjadi jalan lingkar luar, mengingat Jalan Sisingamangaraja Kota Sibolga padat lalu lintas.

Baca Juga: Duh, 2 ABG Baru Lulus SMA Open BO di Hotel

Sementara Kajari Sibolga, Henri Nainggolan menambahkan, pihaknya sudah bekerja sesuai dengan aturan mengamankan aset sebagai Jaksa Pengacara Negara bersama Pemerintah Kota Sibolga.

Katanya, jika pihak tangkahan UD. Budi Jaya merasa memiliki lahan itu dan dibuktikan dengan dokumen lengkap, dipersilakan menempuh jalur hukum. “Bagaimana pun kami mendukung program Pemko Sibolga mengambil alih aset pemerintah, kalau ada pihak yang merasa dirugikan silakan saja tempuh jalur hukum,” kata Henri Nainggolan.

Baca Juga: Batu Beterangan saat Eksekusi Lahan di Sibolga

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, petugas Satpol PP yang memulai proses pengosongan lahan tersebut, diserang lemparan batu berbagai ukuran dari dalam lokasi tangkahan itu.

Entah siapa saja yang melakukan pelemparan batu yang beterbangan dari dalam tangkahan ke arah petugas dan Wali Kota Sibolga, hingga saat ini belum diperoleh keterangan dari kepolisian.

Kericuhan pun saat itu tak terhindarkan, ketika petugas Satpol PP Kota Sibolga mencoba menorobos masuk ke dalam lokasi lahan tersebut, dengan cara menerobos pintu masuk tangkahan Budi Jaya.

Baca Juga: Aset Miliaran Rupiah Eks Bangunan Pasar Sibolga Nauli ke Mana?

Namun sekitar puluhan warga yang berada di dalam tangkahan UD.Budi Jaya itu melakukan perlawanan dengan cara melemparkan batu.

Tak hanya itu, ada juga warga yang terlihat melakukan pengrusakan terhadap satu unit alat berat yang akan dipakai Pemko Sibolga untuk mengosongkan lokasi tangkahan tersebut.

Akibatnya, kaca samping alat berat tersebut pecah akibat lemparan batu dan benda tumpul lainnya oleh warga. Bahkan, sejumlah massa yang marah juga mengejar petugas Satpol PP yang merobohkan tembok pagar lokasi tangkahan Budi Jaya sambil memegang kayu.

Baca Juga: Kemhan Hunjuk Taput Sediakan Lahan Food Estate Untuk Ketahanan Pangan Nasional

Situasi saat itu yang makin tak kondusif, Walikota dan Wakil Walikota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing yang memimpin langsung aksi pengosongan itu terlihat diamankan dari lemparan batu, dan dievakuasi ke lokasi yang aman.

Namun aksi pelemparan oleh massa itu berhasil diredam oleh Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, dan Dandim 0211/TT beserta personilnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Penarik Becak di Sibolga

Diketahui, sebelumnya Pemko Sibolga telah melayangkan surat perintah mengosongkan lahan sebanyak tiga kali, namun oleh pihak UD Budi Jaya mengaku telah memiliki kekuatan hukum, berdasarkan keputusan pengadilan.

Saat terjadi kericuhan, lima orang petugas Satpol PP Kota Sibolga terluka dan harus mendapatkan perawatan medis. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *