Heboh di Pantai Sibolga, Ada Suara Minta Tolong dari Arah Laut

  • Whatsapp
Foto: Faisal Melayu. (Screenshot video)
Foto: Faisal Melayu. (Screenshot video)

SNT, Sibolga – Warga yang tengah asyik nongkrong di Pelabuhan Lama Sibolga di Jalan Com Yos Sudarso, Senin malam (2/8/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, tetiba dikagetkan oleh suara teriakan minta tolong dari arah laut.

Informasi ini kemudian disampaikan oleh warga kepada Polisi dan BPBD Kota Sibolga. Petugas tak mau berlama-lama merespon laporan warga tadi, dan langsung menuju pantai yang tren disebut Pantai Anggar.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Terjadi di Sibolga, Beli Sabu Pakai Chip Dimino Higgs

Tiba di sana, dengan menggunakan kapal speedboat milik warga yang lagi parkir di pelabuhan tersebut, petugas mulai melakukan pencarian terhadap orang yang bikin suasana heboh di pantai itu.

“Korban ditemukan dengan keadaan mengapung di atas perahunya yang tenggelam sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Aziz Bugis, Petugas BPBD Sibolga kepada wartawan, yang ikut dalam operasi penyelamatan.

Baca Juga: Heboh, Perempuan Ini Berjalan Sendiri ke Arah Laut Jumat Malam

Azis mengatakan, korban ditemukan di pemecahan ombak sekitar 200 meter di depan Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga.

Situasi saat itu lanjut Aziz, ombak sedang tinggi dan gelap. “Karena kurangnya penerangan, sedikit menyulitkan evakuasi korban, atas kerja keras dan usaha Tim BPBD berhasil mengevakusi korban ke atas kapal,” jelasnya.

Baca Juga: Heboh Petugas PLN di Medan Diludahi saat Tagih Tunggakan Listrik

Korban bernama Faisal Melayu (37) warga Jalan Kabel, Desa Mela 2 Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara (Sumut).

Diketahui, saat itu korban sedang menjaring ikan menggunakan perahu kecil (kutuk-kutuk) berukuran panjang 5 meter dan lebar 1 meter.

Baca Juga: Malam Pertama Bersama 2 Istrinya, Malu-Malu-Sama-Sama Enak

Faisal Melayu.

Rupanya jaring melilit kipas perahu dan menyebabkan mesin perahu mati. Ombak pun kemudian menghantam perahu korban hingga terbalik.

“Korban bertahan sekitar 2 jam di atas kapalnya yang terbalik dan berusaha berteriak meminta tolong. Karena kondisi ombak besar, korban tidak berani berenang dengan risiko yang tinggi,” kata Aziz.

Baca Juga: Heboh Penemuan Orok Tanpa Kepala di Tapteng

Saat ditemukan, kondisi korban sudah lemas, trauma, dan kedinginan. Selanjutnya dievakuasi ke Kantor BPBD Sibolga yang tidak jauh dari lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan pertama.

“Korban kemudian dijemput oleh keluarganya. Sementara kapalnya tidak bisa kami evakuasi karena situasi ombak besar. Kondisi kapal tenggelam tapi tidak hanyut, karena jangkar sudah dibuang dan jaring terlilit di sekitar kapal,” Aziz menambahkan. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *