Seruan Warga Sipultak ke DPRD Taput: Jangan Tipu Masyarakat

  • Whatsapp
Foto: ts
Foto: ts

SNT, Taput – Warga Dusun Kopi Simeme Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, berharap Anggota DPRD Gabungan Komisi B, dan C berkomitmen penuh agar turun ke lokasi tambang batu PT Marlian Indah Karya (MIK) di Sipultak.

“Jangan tipu masyarakat, mereka (dewan) sudah berjanji akan turun ke lokasi pada Senin (14/6) yang akan datang,” kata Santika Lumbantoruan kepada awak media saat melakukan aksi demo, Jumat (11/6/2021).

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Warga Sipultak Demo Tutup Akses ke Tambang Batu Harang Taput

Santika menyebut, bahwa sebelumnya pada Rabu (9/6/2021), warga dusun, instansi terkait yang membidangi dan PT MIK menghadiri Rapat Gabungan Komisi B, dan C DPRD Taput.

Katanya, dalam rapat tersebut disampaikan keluhan warga terkait operasional PT MIK, diantaranya polusi udara yang mengakibatkan turunnya produksi panen, hilangnya mata pencaharian warga setempat sebagai penambang batu tradisional, dan dugaan rusaknya ekosistem sekitar akibat penambangan dengan menggunakan alat berat.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Ganja dari Taput ke Bandung via Bus

Selanjutnya diputuskan bahwa hari Senin(14/6), secara bersama-sama turun meninjau lapangan sekaligus melihat fakta-fakta yang terjadi.

Kesepakatan untuk turun ke lokasi diputuskan oleh ketua Komisi B DPRD Mangoloi Pardede dan Ketua Komisi C, Royal Simanjuntak setelah menampung saran anggota kedua komisi peserta rapat.

“Turun langsung ke lapangan agar polemik antara warga dan PT MIK tidak berlarut yang dapat menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Santika yang mengakui menghadiri rapat tersebut.

Baca Juga: Pranatalia Lumbantobing Warga Ketapang Sibolga Dinyatakan Hilang

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Taput, Royal Simanjuntak saat dihubungi awak media terkait harapan warga, membenarkan keputusan rapat gabungan komisi turun ke lokasi pada Senin depan.

Namun kata Royal, di waktu bersamaan DPRD Taput menerima kunjungan delegasi IAKN. Sehingga dijadwalkan pada Rabu (16/6), tim gabungan komisi B dan C bersama instansi terkait, pihak PT MIK serta masyarakat mengunjungi lokasi.

Baca Juga: Zona Kuning, Acara Pesta di Tapanuli Utara Sudah Diperbolehkan

Dikatakan, bahwa penundaan sudah diinformasikan kepada perwakilan masyarakat Dusun Simeme.

“Tidak ada pembatalan kunjungan, itu sudah keputusan rapat. Hari Rabu(16/6) tim gabungan komisi akan turun ke lokasi tambang batu harang,” kata Royal Simanjuntak.

Sebagai bentuk protes, seratusan warga Dusun Kopi Simeme Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran, Taput melakukan aksi demo dengan menutup akses jalan menuju penambangan batu harang lokasi operasional galian C PT Marlian Indah Karya (MIK), Jumat (11/6).

Baca Juga: Makhluk Misterius Bikin Gempar Warga Sumbar, Begini Wujudnya

Warga pun melarang truk dan mobil masuk ke lokasi yang berhubungan dengan PT MIK.

“Operasional PT MIK telah merugikan kami, debu yang ditimbulkan dari penambangan dan truk yang melintas menutupi tanaman pertanian berimbas pada produksi pertanian,” seru Santika Lumbantoruan.

Dalam orasinya, Santika mengatakan penutupan jalan menjadi kesepakatan seluruh warga dusun. Keluhan sudah pernah disampaikan kepada PT MIK, namun belum ditanggapi. “Jalan ini dibuka secara swadaya oleh warga untuk kepentingan warga. Bukan kepentingan PT MIK,” ungkap Santika.

Foto: Warga Dusun Kopi Simeme Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut) menutup akses jalan menuju penambangan batu harang lokasi operasional galian C PT Marlian Indah Karya (MIK), Jumat (11/6/2021). (dok_ts)
Foto: Warga Dusun Kopi Simeme Desa Sipultak, Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara (Sumut) menutup akses jalan menuju penambangan batu harang lokasi operasional galian C PT Marlian Indah Karya (MIK), Jumat (11/6/2021). (dok_ts)

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Ditakdirkan jadi Orang Kaya, Mereka Mudah Dapat Uang

Selain itu, akibat keberadaan PT MIK, warga kehilangan mata pencaharian sebagai penambang batu tradisional. “Aksi ini hak kami sebagai warga negara yang berjuang untuk menghidupi keluarga. Pemerintah harus tegas melindungi hak kami,” tegasnya.

Berdasar pantauan awak media, aksi damai ini diikuti oleh puluhan anak-anak dan kaum ibu. Mereka membentangkan beberapa poster bertuliskan Hentikan pengrusakan lingkungan baru harang, kami menderita. Pemerintah Taput tidak peduli, kembalikan tanah rakyat kata Pak Jokowi, kami mau hidup sehat.

Baca Juga: Ini Tulisan di Surat yang Dilempar OTK ke Rumah Warga di Tapteng

Aksi damai ini mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dari Polsek dan Danramil Siborongborong. (ts).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *